Mungkin banyak hal yang tidak akan dilupakan selama saya melakukan riset dan menghasilkan tulisan ilmiah bernama skripsi.  Ini menjadi hal wajib bagi seorang mahasiswa S1 yang akan memperoleh sebuah gelar dari universitas atau sekolah tinggi tempat dia belajar.  Setiap mahasiswa S1 yang mengalaminya akan punya cerita tersendiri sampai dia selesai mengerjakan skripsinya dan memperoleh gelar sarjana, baik cerita suka maupun duka.

Begitu pula dengan saya, banyak cerita yang saya rasakan selama riset dan menerjakan skripsi hingga selesai dan memperoleh gelar sarjana(padahal belum dapet orang masih perbaikan setelah sidang…hehehehehe). Baik cerita suka maupun duka, telah banyak kejadian yang dialami baik cerita karena riset maupun cerita efrek samping selama melakukan riset maupun menulis skripsi.

Sebelum masuk kedalam cerita-cerita suka dan duka saya akan menceritakan kronologi saya memulai riset saya. Ketika itu saya menjabat sebagai salah satu menteri di BEM KM IPB kabinet IPB Gemilang dimana ketika itu pula pembimbing utama saya memanggil untuk diajak berdiskusi mengenai riset untuk skripsi saya, sebelum jadi menteri saya telah meminta izin kepada pembimbing utama untuk menjadi menteri dan beliau mengizinkan asal saya dapat membagi waktu dengan penelitian dan itu saya menyetujuinya. Panggilan untuk berdiskusi tentang riset untuk skripsi terjadi ketika saya baru menjabat 3 bulan, saya sempat heran karena saya pernah mendengar riset saya akan dimulai ketika masa jabatan saya akan selesai namun hal itu tidak terjadi karena pembimbing meminta saya utnuk mulai riset saat itu juga dengan menjalani proyek riset yang beliau pimpin. Usulan proyek riset tersebut ternyata didanai oleh pemerintah dan harus dijalankan dalam waktu 6 bulan dari diterimanya usulan proyek riset itu, ketika itu bulan Apri dan harus selsai dibulan Oktober. Dengan perasaan bercampur antara senang saya menerima untuk ikut dalam riset tersebut dan bingung dalam membagi waktu dengan tanggung jawab saya di BEM.

Proyek riset ini berupa sekumpulan riset yang berisi tentang  perilaku tanaman tomat yang ditanaman dengan sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) di dalam rumah tanaman (greenhouse) yang diberi perlakuan khusus berupa pendinginan terbatas (zoon cooling) di daerah perakaran dengan cara mendinginkan larutan nutrisi  secara 24 jam non-stop dan 12 jam (18:00-06:00) kemudian disirkulasikan melalui akar tanaman dengan cara NFT mulai dari tanaman tomat dipindah kedalam bedeng NFT hingga panen kemudian pertumbuhan tanaman secara bertahap dipantau dengan sebuah kamera yang dapat dikontrol dari jauh dengan mengganakan wi-fi atau LAN yang dihubungkan dengan komputer.

Singkat cerita riset mulai berjalan dan tanggung jawab saya di BEM juga jalan. Memang tidak mudah karena ada kepentingan pribadi dan kepentingan bersama menjadi bentrok dan memang melahkan juga baik pikiran maupun fisik. Tapi itu semua menjadi sebuah perjalanan hidup yang tak pernah terlupakan oleh saya dan saya berusaha untuk berpikir bahwa ini  skenario yang Allah berikan untuk saya agar saya dapat lebih bisa dalam mengatur waktu  dan dapat memprioritaskan kepentingan. Itu dulu untuk awalan selanjutnya akan saya bagikan pengalaman saya dalam menjalankan riset hingga menyelesaikan skripsi saya.